Ajang Festifal Pusuk Lestari, Minum Tuak Manis jadi Obat Karang


Nampak Hadiri Festival Pusuk Lestari, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid Didampingi Istri Hj. Khaeratun dan Ketua DPRD Hj. Nurhidayah dan Sejumlah OPD Menikmati Tuak Manis 

Lombok Barat (Insidelobar.com) - Event Festifal Pusuk Lestari yang dirangkai dengan gelar minum tuak manis secara massal mendapat kunjungan riuh rentah dari masyarakat. Festival yang di gagas
Warga Desa Pusuk Lestari Kecamatan Batulayar, sekaligus mengenalkan tuak di desa ini berbeda dengan tuak yang ada. Tuak ini adalah minuman tradisional khas Desa Pusuk Lestari yang dinilai mampu menyembuhkan penyakit karang atau ginjal pada tubuh manusia.

Acara yang didukung penuh sejumlah Operasi Perangkat Daerah Lombok Barat seperti Dinas Koperas dan UKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, ini memiliki beberapa kegiatan utama yaitu minum tuak manis massal 3.000 gelas, monkey forest tracking, trail adventure, bazaar UMKM hidroponik, olahan gula aren dan olahan krepek, lukisan dan kerajinan tangan, serta phoneography contest. Selain itu, ada juga musik perkusi, tarian dari mahasiswi-mahasiswi STIKES YARSI Mataram, tari gendang beleq, dan aksi miksologist juggling.

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid dalam sambutannya mengatakan, pada setiap diselenggarakan event itu yakni  tantangan terberatnya bukan pada penyelenggaraan yang pertama kali, tapi yang selanjutnya.

“Kegiatan yang pertama kali itu bukan ujian yang terberat. Ujian yang terberat adalah penyelenggaraan yang kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya,” ujar alumnus Magister Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini, Minggu (24/11).

Oleh karena itu, Bupati meminta agar Kepala Desa dan segenap perangkatnya termasuk masyarakat Pusuk Lestari untuk kembali mengadakannya pada tahun-tahun berikutnya dengan lebih sukses lagi.

“Satu sukses, kedua lebih sukses, ketiga dan seterusnya harus lebih sukses lagi dan harus lebih variasi lagi,” ujar bupati menekankan agar event yang pertama kali dilaksanakan ini jadi pembelajaran untuk lebih baik dan lebih variatif lagi pada tahun-tahun mendatang.

Menyinggung pihak-pihak yang membuat hoaks yaitu seakan-akan acara tersebut adalah ajakan mabuk-mabukan karena minum tuak. Ini adalah asumsi yang salah, karena pada dasarnya tualanis itu bukan untuk memajukan, melainkan bisa berdampak pada penyembuhan penyakit karangan dan batu ginjal.

“Kesannya negatif karena masyarakat kita cenderung negatif thinking,” ujar bupati.

Faktanya lanjut dia, yang diminum adalah tuak manis alias air nira yang tidak beralkohol sama sekali.

“Mana mungkin desa, Bumdes mengadakan acara mabuk-mabukan, sekarang banyak hoaks yang mendominasi pikiran masyarakat,” ujarnya.

Namun demikian, hal itu tidak mengurangi rasa gembira dan apresiasi Bupati terhadap event tersebut. Bahkan event pertama ini membuatnya bersemangat untuk membuka jalan baru di sekitar Pusuk.

“Tadi kita diskusi dengan Pak Dandim, Pak Kapolres, untuk segera membuka jalan atau akses sehingga semua desa ini bisa tersambung,” ujar bupati bersemangat.

Sementara, Kepala Desa Pusuk Lestari H. Junaidi dalam sambutannya menyebut Desa Pusuk Lestari kaya akan keindahan. Monkey forest tracking, sebutnya, adalah kegiatan memberikan makan monyet di tempat yg sudah disediakan, bukan lagi di pinggir jalan yang membahayakan pengguna jalan.

“Terimakasih Pak Bupati yang sudah menyiapkan area monkey forest,” ujar Junaidi berterima kasih.

Untuk trail adventure, dijelaskan kades, diikuti oleh sekitar 600 orang sepulau Lombok dan juga daerah lain seperti Bali, Sumbawa, Dompu, Bima bahkan dari Pulau Jawa.
Selanjutnya, Junaidi memaparkan keistimewaan yang dimiliki desanya. Yang paling utama yaitu Pusuk Lestari sebagai kawasan agroforestry.

“Kalau mau cari hutan ada di kebun, kalau mau cari kebun ada di hutan, itu spesial hutan pusuk,” ujarnnya menyebut bahwa Pusuk Lestari memiliki hutan sekaligus kebun dengan berbagai hasil buah-buahannya.

Dipaparkan Junaidi, desanya merupakan desa perbatasan yang menghubungkan Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Utara (KLU). Untuk itu ia berharap ramainya kunjungan ke tiga gili di KLU yaitu Gili Trawangan, Meno dan Air, seharusnya juga berdampak pada Desa Pusuk.

“Kalau seribu tamu ke gili, seribu pula yang mampir di Pusuk Lestari,” harap Junaidi.

Diakuinya, meskipun Pusuk Lestari tidak memiliki pantai tapi memiliki tempat yang indah untuk melihat pantai. Demikian juga dengan melihat sunset.

“Kami tidak punya (pantai) tapi kami bisa melihat sunset itu,” ujarnya merujuk satu spot melihat sunset yang sangat indah di Pusuk Pas.

Semua kekayaan yang dimiliki Pusuk Lestari ini kata Junaidi, membuatnya optimis akan pengembangan wisata berbasis lokal Pusuk Lestari.

“Kami bangga dengan itu,” ucap Junaidi hingga empat kali dalam sambutannya.


Pantauan media, event ini dihadiri Ketua TP PKK Lombok Barat, Hj Khaeratun, Ibu Ketua DPRD Lombok Barat Hj Nur Hidayah, Dandim 1606 Lombok Barat Kolonel Czi.Efrijon Scroll, Kapolres Lombok Barat, AKBP Bagus S.Wibowo, Sekretaris Daerah Lombok Barat HM. Taufiq, sejumlah kepala SKPD, camat, kepala desa, BUMDes dan Kelompok sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pusuk Lestari dan masyarakat lainnya. (IkhW@N)
Download
Ajang Festifal Pusuk Lestari, Minum Tuak Manis jadi Obat Karang

0 Response to "Ajang Festifal Pusuk Lestari, Minum Tuak Manis jadi Obat Karang"

Posting Komentar