Wujudkan Destinasi Berdaya Saing, 80 Peserta Destinasi Desa Pariwisata Latih SDM

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat Ispan Junaidi

Lombok Barat (Insidelobar.com) - Dinas Pariwisata Lombok Barat menggelar pembukaan pelatihan kepada pemandu wisata ekowisata dan pelatihan pemandu wisata kuliner dan belanja. Kegiatan tersebut bertujuan membekali SDM untuk memenuhi standar pariwisata yang berdaya saing.

Kepala Dinas pariwisata Lombok Barat Ispan Junaidi mengatakan, melihat potensi wisata kita yang memiliki  kekuatan itu terdapat di ekowisata yang terdiri dari tiga resos yaitu sumberdaya Geologis yaitu mempunyai hutan, air terjun serta mempunyai kekayaan alam bawah laut. Semua itu harus dikendalikan dengan prinsip prinsip ekowisata.

Semakin kita lestarikan lingkungan itu semakin mensejahterakan. Untuk itu, kepada peserta pelatihan yang dimaksud harus mampu mengeksploitasi Sumber Daya Manusia (SDM), tidak hanya untuk kepentingan ekonomi uang semata akan tetapi harus semakin menata desa.

"Jadi pariwisata hadir itu bukan untuk merusak alam, atau bukan hanya untuk kepentingan desa. Inilah yang menjadi filosofi atau ruh dari pada pelatihan ini. Karena itu, di desa desa harus ada pemandu wisatanya nanti," ujarnya.

Misalkan tentang kuliner lanjut Ispan, kuliner sebagai salah satu atrektignes daripada destinasi. Jadi, yang menarik minat orang datang ke Lombok yaitu karena ayam Taliwang atau dengan pelecing kangkung. Akan tapi kuliner ini bukan hanya menikmati ayam kangkung dan pelecing itu, tapi harus bisa menyuguhkan produk dan harus menjamin servisnya, kemudian tata kelola restorannya serta bagaimana memberikan pelayanannya.

"Itu harus disiapkan. Karena ini penting dan kita hadirkan peserta pelatihan ini," tegasnya.
Pelatihan ini dikhususkan untuk ketua ketuanya saja dengan menghadirkan sebanyak 60 orang. Jumlah ini ples tambahan 20 orang menjadi 80 peserta di 60 desa wisata yang sudah di SK kan dari semua Kecamatan di Lobar.

"Dibalik ini tujuannya adalah memotivasi peserta untuk menjadi semakin percaya diri  dalam mengelola desanya, sehingga dapat menjadi destinasi desa wisata unggulan yang berdaya saing," jelasnya.

Setelah pelatihan ini kata Ispan akan ada pendampingan. Minggu depan Bupati akan tanda-tanda MoU dengan dua perguruan tinggi, untuk mendampingi 60 desa wisata itu. Dan itu bisa jadi ladang tempat KKN, Tematik dan bisa jadi tempat pengabdian masyarakat untuk riset dan sekaligus untuk pelatihan praktisi.

"Kami akan combain antara university, kawan universitas, kawan peneliti dan praktisi di lapangan," ungkapnya.

Pola ini akan dapat memberikan kontribusi dalam berbagai bentuk seperti tanaman kayu, kemudian gula aren. Ketika ini dieksploitasi,  tentu bukan hanya potensi ekonominya, akan tapi menjual produk wisata itu.

"Tapi jangan lupa, jangan kita rusak hutan itu," tekannya.

Ini perjalanan panjang, tapi harus kita mulai. Kalau Desa Bengkaung punya potensi madu trigona, itu akan dijadikan desa destinasi madu, contohnya. Namun bukan menjual madunya, tapi akan bisa mendatangkan tamu, dengan melihat bagaimana prosesi madu itu dan disana pastinya membeli madu sebagai souvernir.

"Jadi kita menjual Viu dan madu sebagai souvernir," ucapnya.

Tamu datang ke Bengkaung melihat pemandangan seluruh Lombok dari ketinggian yang luar biasa. Jadi beda perspektifnya, kalau Dinas Pariwisata  menjual destinasi wisata, sedangkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan menjual produk rombolannya.

"Makanya Pokdarwis ini kontribusinya untuk  menghasilkan uang bagi BUMDES. Institusinya sebagian besar akan menghasilkan uang," terangnya.

Intinya para peserta ini harus kompetens, sebab pariwisata itu harus standard servisnya harus eksen servis. Karena tidak bisa semua orang menjadi Gaet lalu tidak ada standarnya ini lah yang paling esensi untuk diharuskan mengikuti pelatihan yang dimaksud. (IkhW@N)
Download
Wujudkan Destinasi Berdaya Saing, 80 Peserta Destinasi Desa Pariwisata Latih SDM

0 Response to "Wujudkan Destinasi Berdaya Saing, 80 Peserta Destinasi Desa Pariwisata Latih SDM"

Posting Komentar