Selidik Pengembangan Kasus OTT, Polisi Periksa Tiga Saksi

Kasat Reskrim Lombok Barat AKP Priyo Suhartono

Lombok Barat (Insidelobar.com) - Setelah menyeret satu tersangka OTT kasus Pungutan Liar (Pungli) beberapa pekan kemarin, Kepolisian Resort Lombok Barat kembali menelisik pengembangan penyidikan dengan memanggil tiga saksi untuk diperiksa perihal mengambil  keterangan. Hingga berita ini diturunkan, Polisi masih akan memanggil kesaksian lain termasuk dari pihak Pemerintah Desa Gili Gede.

Kapolres Lombok Barat AKBP Hery Wahyudi melalui Kasat Reskrim AKP Priyo Suhartono membenarkan, hari ini (red-29) pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang sebagai saksi untuk pengembangan penyelidikan.

"Pokoknya tiga yang datang memenuhi panggilan hari ini. Sekcam, Camat dan Kepala Dinas PMD," ungkapnya.

Pemanggilan terkait OTT yang kemarin itu terkait bagaimana prosedur dalam penyelesaian pembuatan administratif pencairan DD, ADD itu saja.

"Sekitar jam setengah sembilan mereka sudah datang untuk diperiksa," ujarnya.

Setelah semua dilakukan pemeriksaan, nanti lanjutannya akan disesuaikan dengan pleaning. Untuk sementara rencananya paling lambat nanti sekitar pertengahan November sudah kirim berkas di Kejaksaan.

"Tapi ini baru rencana awal, nanti peekembangannya seperti apa, Kami gak tau kan, seperti apa dan bagaimana perkembangannya nanti, kita lihat sajalah," urainya.

Pemerikasaan ini seputar  bagaimana proses termin, kemudian mengenai bagaimana proses administrasi DD dan ADD.

"Kemudian apakah nanti bakal menyeret tersangka lain, kami belum tau," tegasnya.

Terpisah, Camat Sekotong L. Pardita Utama yang dikonfirmasi mengatakan,
dirinya membenarkan hari ini sengaja datang memenuhi panggilan kepolisian setempat. Panggilan ini terhadap kesaksian dirinya  dimintai keterangnnya sebagai saksi mengenai tugas dan pokok  fungsinya sebagai  Camat. Selain itu dipertanyakan mengenai seputar administrasi dan lainnya.

"Benar sekali, kebetulan saya dipanggil sebagai saksi saja. Entah berapa banyak pertanyaan yang dilemparkan sama polisi, kayaknya saya lupa, gak tahu berapa tadi banyaknya," ujarnya.

Kasus ini menurutnya sejak tahun antara 2017 hingga 2018. Sedangkan kapan dirinya dilantik sebagai pemimpin wilayah di Kecamatan Sekotong, diketahuinya terhitung sejak bulan Januari 2019.

"Saya sendiri tidak menyangka sebenarnya apa yang terjadi didalam pemerintahan kami. Tapi kesannya dalam masalah ini saya tertampar, padahal kenyataan ini diluar keterlibatan saya," paparnya.

Atas kasus di pemerintahannya, diharapkan menjadi pembelajaran. Karena pembelajaran ini juga bagi Sekotong saja, akan tetapi bagi semua.

"Untuk itu, kedepannya kita akan memberikan penekanan dan pembinaan terhadap pemerintahan di Kecamatan dan di desa yang ada, untuk memperketat segala kepengurusan kelengkapan administratif terutama  terkait DD dan ADD, pungkasnya. (IkhW@N)
Download
Selidik Pengembangan Kasus OTT, Polisi Periksa Tiga Saksi

0 Response to "Selidik Pengembangan Kasus OTT, Polisi Periksa Tiga Saksi"

Posting Komentar