Rencana Pinjaman Daerah 150 M Menunggu Pendalaman dan Kajian DPR


Ketua Komisi l DPRD Lombok Barat Hj. Nurul Adha

Lombok Barat (Insidelobar.com)
- Prospeknai pinjaman Pemkab Lombok Barat sebesar 150 Miliar nampaknya terus digagas. Hal tersebut sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti pihak Rumah Sakit Tripat, Rumah Sakit Narmada, PU - PR dan Pariwisata sudah melaksanakan ekspose dan presentasi masing masing. Untuk menyetujui perihal rencana pinjaman yang dimaksud, mendapat reaksi pendalaman dan kajian tegas dari DPRD Lombok Barat.


Ketua Komisi l Hj. Nurul Adha yang dikonfirmasi mengatakan, mengenai  OPD OPD terkait yang akan memanfaatkan pinjaman tersebut sudah melakukan presentasi. Namun karena pinjaman ini menyangkut persetujuan DPR, sebelum itu kita akan melakukan kajian pendalaman dahulu katanya. Terlebih pinjaman ini kan nilainya sangat fantastis hingga tembus 150 M.

Dengan 150 itu disyaratkan untuk mengikuti hitungan BANK dengan angsuran pertahun sekitar 46 M pertahun ditambah bunga 10 persen. Dengan nilai ini dirasa cukup besar.

"Artinya Pemda harus bekerja keras untuk mendapatkan PAD di 2020 hingga selesai. Jadi tidak hanya perencanaan saja, tentu mempertimbangannya adalah bagaimana pemakaian pinjaman 150 M Itu, tetapi bagaimana perencaan pengembalian dapat diperhitungkan juga, itu yang ingin kita lihat," tegasnya.

Perhitungan legislatif dan eksekutif harus bisa disesuaikan terhadap  soal perencanaan dan pengembalian pinjaman yang dimaksud. Misalanya, Jika memang harus dirasionalisasi lanjut Hj. Nurul, dengan Rumah Sakit Tripat yang akan memanfaatkan 112 M. Karena mereka BLUD, kira kira pendapatan Rumah Sakit itu dalam setahun berapa. Inikan mestinya dihitung, realistis atau bagaimana, ujarnya.

"Namanya pakai modal  ya, harus pakai profitabilitas tentang pengembalian modal dan juga harus jelas hasilnya, iya kan. Ini juga menjadi bagian yang akan kita telisik untuk mendalaminya," papar wanita berjilbab ini.

Kita di DPR prinsipnya, kalau kita baik untuk rakyat yang sesuai dengan perhitungan profitnya sudah masuk dalam kajian pihaknya, sudah barang tentu kita akan menyetujui.

"Intinya semua ini masih kita dalami dan kaji dulu lah," terangnya.

Termasuk nantinya DPR akan memanggil pihak BANK NTB. Karena ada banyak halaman juga yang akan kita dalami di sana.

"Jika misalnya pandangan DPR tidak pas atau tidak sesuai dengan BANK NTB. Seandainya tidak bisa memberikan keuntungan buat daerah, yah kita akan cari yang lain untuk memberikan presentasi," ujarnya.

Diakuinya, dari beberapa hari pembahasan masih pada tataran alot dikarenakan masih ada pembahasan yang mendalam antara eksekutif dan legislatif. Kita tidak berani memberikan persetujuan tanpa ada landasan yang kuat dan jelas Ketua Komisi l ini.

Ditanya terkait RSUD Tripat yang masih sulit memberikan semacam presentasi yang meyakinkan bagi daerah terutama sehingga meragukan? Berbeda saat kita menerima presentasi dari Direktur Rumah Sakit Narmada misal dia, karena kalau di sana RAB nya jelas. Seperti dana yang akan diperuntukkan 12 setengah M semuanya jelas perincian alokasinya.

"Dari 12 setengah dalam setahun mereka akan meraup pendapatan dari BLUD berapa dalam setahun," tutupnya. (IkhW@N)
Download
Rencana Pinjaman Daerah 150 M Menunggu Pendalaman dan Kajian DPR

0 Response to "Rencana Pinjaman Daerah 150 M Menunggu Pendalaman dan Kajian DPR"

Posting Komentar