OTT Pungli, Satreskrim Lobar Ringkus Oknum PNS


Kapolres Lombok Barat AKBP Herry Wahyudi Menunjukkan BB hasil Pungli Didampingi Kasat Reskrim AKP Priyo Suhartono. Nampak Di Belakang OKnum PNS Tengah Tertunduk Saat Dihadirkan Gelar Pers Konfres


Lombok Barat (Insidelobar.com) - OTT baru, Satuan Tipikor Kepolisian Resort Lombok Barat berhasil menggeret seorang oknum PNS di salah satu pemerintahan Kecamatan Sekotong. Berdasarkan  pernyataan Kapolres AKBP Herry Wahyudi, justru keterangan oknum pemerintahan ini berbeda dengan keterangan korban. Namun apapun itu, polisi tidak tinggal diam, dengan melakukan proses pengembangan lanjutan.

Oknum terkena OTT Satuan Reskrim Polres Lombok Barat berdasarkan informasi yang dihimpun. Menyerap  adanya tindakan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oknum Pegawai Negeri di salah satu Kecamatan Sekotong polisi bergegas dan bergerak cepat. Yang bersangkutan sebagai Kasi Ekonomi dalam proses penerbitan rekomendasi pencairan dana bantuan pada desa se Kecamatan Sekotong yakni DD dan ADD.

AKBP Herry Wahyudi mengatakan, tindaklanjuti informasi yang dimaksud, pihaknya melakukan pengintaian. Awalnya memantau dua orang wanita yang menggunakan motor Scoopy berwarna merah yang dicurigai akan menyerahkan uang kepada oknum PNS ini.

Tepatnya jam 12-00 WITA ungkap Hery, Dua wanita ini tengah masuk di BANK NTB Gerung dan  hendak akan mencairkan anggaran DD Gili Gede Indah. Kecurigaan polisi benar adanya, kenyataan dua wanita yang diduga staf desa ini, kiranya tengah melakukan proses transaksi pencairan  dana dan hingga selesai. Tak berlangsung lama, terlihat mobil Toyota Avanza silver bernopol N 1063 GX masuk ke tempat parkir Kantor BANK NTB Cabang Gerung yang didalamnya berisi dua orang. Saat bersamaan, dua orang wanita yang diduga sebagai staf desa, keluar dari pintu BANK NTB, sedangkan oknum PNS yang masih didalam mobil akhirnya keluar kemudian mereka melakukan pertemuan di berugak Bank di belakang kantor, tak berselang lama, seorang yang diduga staf desa mengeluarkan satu amplop berwarna putih yang diterima langsung oleh oknum PNS.

"Setelah menerima pungli dari seseorang yang diduga staf desa, ia tak ingin berlama lama, oknum bergegas keluar dari area kantor BANK dengan menggunakan mobil Avanza," jelasnya.

Penyidikan polisi lanjut Hery, menunjuk titik terang, tak ingin tertinggal landas, tim mengikuti dan mengejar mobil oknum dari belakang. Beberapa menit kemudian, tim berhasil menghentikan laju kendaraan oknum PNS. Setelah diperiksa, keduanya mengakui  namanya RA dan IM, Senin 21/10 siang.

"Setelah digeledah, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti (BB) seperti Rp tiga juta, 1 examplar laporan realisasi APBDES tahap ll desa Sekotong Tengah, 1 unit handphone merek Oppo warna hitam, 1 unit handphone merek Nokia warna putih," terangnya.

Sementara, Kasat Reskrim AKP Pryo Suhartono menyebutkan, berdasarkan keterangan dari korban, pelaku kerap memintai jatah setiap kali termin pada pencairan ADD ini, perbuatan ini tidak hanya sekali saja namun berkali kali.

Namun meski kerap menerima hasil pungli dari korban, justru oknum PNS membantah dan berdalih baru melakukan sekali saja.

"Tapi kan ada proses yang akan membenarkan, kami akan mendalaminya lebih lanjut," papar Priyo.

Dalam prakteknya, oknum mempercepat proses kepengurusan administrasi didalamnya menyangkut pencairan DD dan ADD. Sebagai Kasi di Bidang Ekonomi di salah satu kecamatan, dia yang memferikasi dan memproses.

"Yah mungkin uang itu dianggap sebagai jatah pelicin untuk memudahkan proses pencairan," imbuhnya.

Akibat tindak-tanduknya, oknum PNS disangkakan pasal 12 huruf e UU No 20 tahun 2001 perubahan atas UU No 39 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi atau (pungli) dipidana dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit 200 juta dan paling banyak 1 Miliar.

"Pegawai Negeri atau penyelenggara Negara yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu membayar atau menerima pembayaran dengan potongan atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri," pungkasnya. (IkhW@N)
Download
OTT Pungli, Satreskrim Lobar Ringkus Oknum PNS

1 Response to "OTT Pungli, Satreskrim Lobar Ringkus Oknum PNS"