Keberatan Atas Pernyataan Direktur RSUD Tripat, BPJS Beri Sanggahan


Klarifikasi Terkait Dengan Pernyataan Direktur Rumah Sakit Soal Klaim Pembayaran Yang Belum Terbayarkan Dengan Sejumlah Awak Media

Lombok Barat (Insidelobar.com) - Pihak BPJS Cabang Mataram keberatan atas  pernyataan Dirut RSUD Tripat Lombok Barat di beberapa media bila hari lalu mengenai tunggakan klaim pembayaran BPJS bulan Mei hingga Agustus yang belum terbayarkan. Keberatan atas pernyataan yang dinilai tidak diakui kebenarannya tersebut, pihaknya klarifikasi dengan mengundang  sejumlah media.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan Dr. Putu Gede Wawan Swandaya mengungkapkan, jika pernyataan pihak RSUD Tripat yang memastikan klaim pembayaran BPJS dari Mei hingga Agustus,  tidak benar adanya. Posisi pembayaran klaim sampai dengan bulan September, dari bagian  keuangan, sudah teregister dari bulan pelayanan April 2019. Serta jelang pada bulan sebelumnya memang sudah terbayar.
Pihak BPJS Cabang Mataram Saat Memberikan Sanggahan 

"Pembayaran terakhir itu di tanggal 19 September 2019. Klaim RSUD patut patuh patju bulan pelayanan April sebesar 3,9 M. Kemudian klaim bulan Mei dan Juni itu sudah dilakukan pembayaran oleh BANK," ungkapnya.

Menurutnya, meski diakui BPJS dalam kondisi defisit, namun karena BPJS bisa memberikan solusi khususnya pihak rumah sakit dengan solusi keuangan, supaya pihak rumah sakit tidak terlalu lama menunggu proses pencairannya.

"Kami ada solusi dengan menjamin pencairan melalui Suplay Cing  Financing atau dana talangan dari Bank," jelasnya.

Kerjasama kita dengan pihak BANK adalah sebuah solusi yang ditawarkan ke semua rumah sakit. Dan rumah sakit yang kerjasama dengan BANK. Nanti pihak BANK yang mendatangi rumah sakit, jika sudah ada MoU barulah nanti pihak BANK melakukan konfirmasi ke pihak BPJS.

"Seperti itu proses kerjasama kita dengan BANK untuk menjamin solusi pembayaran tadi," terangnya.

Terkait dengan perbedaan data yang disampaikan antara pihak RSUD Patut Patuh Patju sama pihak BPJS kata Putu Gede, rumah sakit sudah dapat uang pencairan, itu isi dari PKS. Kita bayarnya ke BANK, tinggal bagaimana masalah BANK dan rumah sakit hanya urusan bunganya saja. Karena tepatnya di bulan Mei dan Juni itu sudah diambil SCF di BANK BRI sesuai klaim pengajuan mereka.

"Kalau klaim di Bulan Mei sekitarnya 3,6 M. Sedangkan di Bulan Juni klaimnya sekitar 3M. Dan klaim di bulan Juli itu baru masuk di aplikasi BPJS tanggal 8 Oktober 2019," tegasnya.

Klaim itu kan masuk ke BPJS dengan proses selama 15 hari kalender  untuk diverifkasi dan itu setelah masuk, lengkap serta ada berita acaranya sampai dibayarkan.

"Nah ini sudah masuk di hari ke 10 dan sudah masuk di keuangan tinggal 5 hari lagi menunggu jatuh tempo pembayaran," ucapnya.

Untuk yang Agustus lanjut dia, masih berproses dan sudah masuk di aplikasi. Karena ini masih belum selesai di verifikasi dan berapa nanti yang akan kita bayarkan.

"Proses klaim itu, saat sudah terbentuk klaim akan di cek dulu, karena kita yang membayar untuk memastikan layak dan tidak layaknya untuk dibayarkan. Makanya ada waktu 15 hari itu untuk diverifikasi sampai dengan pembayarannya," ujarnya.

Kita dengan semua rumah sakit, bahwa klaim itu sangat klir karena yang tanda tangan klaim itu adalah duabelah pihak antara Direktur rumah sakit dan BPJS. Seharusnya, mereka itu tau berapa yang kita bayar, tanggal berapa masuk dan saat sudah dibayar pun dari keuangan itu ada surat pemberitahuan pembayaran dan surat SCF ini kalau dia minta ke BANK, pasti kita tembuskan ke Direktur rumah sakit.

"Ini tembusannya ada Direktur RSUD patut patuh patju. Sehingga rumah sakit itu tau dan sudah klir masalahnya," imbuhnya.

Kalau kita dipertemukan dengan pihak rumah sakit senang sekali katanya. Silakan mereka bawa data dan di cek rekening korannya, tanggal berapa masuk uangnya, karena kita ada bawa data juga.

"Saya benar benar kaget, kok Juli Agustus belum dibayar karena belum jatuh tempo, masuk saja belum di Keuangan klaimnya, masih kita proses verifikasi.

Ditanya kenapa setiap kali pengajuan klaim pembayaran oleh pihak rumah sakit kerap terjadi keterlambatan dari tahun ke tahun, hingga harus  sampai kepada sanksi denda satu persen? Kita kalau sesuai aturan berproses 15 hari. Hanya saja tidak bisa dipastikan kapan akan dibayarkan, karena ada atau tidak uangnya, sebab kita sama sama tau posisi BPJS ini lagi devisit.

"Alasan keterlambatan ini hanya kondisi keuangan yang devisit saja," tegasnya. (IkhW@N)
Download
Keberatan Atas Pernyataan Direktur RSUD Tripat, BPJS Beri Sanggahan

0 Response to "Keberatan Atas Pernyataan Direktur RSUD Tripat, BPJS Beri Sanggahan"

Posting Komentar