Cegah Tekanan HIV/AIDS, KPA Terapkan Sekolah Perjumpaan

Rapat koordinasi Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS Kabupaten Lombok Barat

Lombok Barat (Insidelobar.com) - Bahaya serangan penyakit HIV (Human Immunodeficiency Virus) Aids yakni virus yang terdapat didalam tubuh manusia dan menyebabkan menurunnya kekebalan tubuh dan menyebabkan  tubuh gagal melawan infeksi. Meski penyakit berbahaya ini sangat mudah menyerang kekebalan tubuh, namun masih banyak pelaku yang berani mengambil resiko.
Sekretaris KPA Lombok Barat H. Djunaidi

Sekretaris KPA Lobar H. Djunaidi mengungkapkan, berdasarkan data yang terhimpun hingga bulan Agustus 2019 ini, terdapat 36 kasus HIV dan 6 kasus AIDS. Namun estimasi hingga akhir Desember mendatang, masih banyak tambahan temuan kasusnya. Karena temuan yang sekarang masih sementara dan belum rampung setahun. Angka ini justru lebih tinggi temuannya dibanding tahun 2018. Data yang dihimpun tahun 2018 lalu, sebanyak 41 kasus HIV dan 8 kasus AIDS terhitung hasil temuan selama kurun waktu setahun.

Artinya dengan bertambahnya temuan ini, masyarakat sudah mulai faham tentang dampak penyakit yang mematikan ini. Karena mereka yang merasa pernah beresiko dengan HIV/AIDS ini, dengan sukarela mau memeriksakan diri.

"Tergantung dari kesadaran saja, jika masyarakat mau terbuka dan memeriksakan dirinya dengan sukarela, tentu bisa dipastikan temuan kasus akan  banyak," jelasnya.

Kasus HIV/AIDS sekarang justru menjadi penyumbang terbanyak dikalangan muda mudi. Menyikapi hal tersebut, pihaknya menggalakan sekolah Perjumpaan guna merubah perilaku masyarakat, dengan mainset yang dimaksud, mampu mengalihkan mudharat ke yang bermanfaat.

Sekolah perjumpaan ini terbentuk sebagai sekolah non formal yang bisa memberikan normalisasi menuju relasi sosial yang terbuka, toleran dan saling berterima.

"Perjumpaan itu pun untuk merawat titik temu atau kesamaan. Pastinya terapannya akan sangat bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Penerapan sekolah perjumpaan ini pada awalnya si anak harus mendapat restu dan persetujuan orang tua dengan musyawarah keluarga. Anak akan membuat pernyataan agar tidak boleh berbohong terhadap apa yang dilakukannya setiap hari dan diharuskan  menerapkan praktek membaca selama satu jam setiap hari. Ini salah satu implementasi seperti sekolah perjumpaan di Desa Karang Bongkot Kecamatan Labuapi.

"Ini maksudnya agar anak cenderung menerapkan yang positif dan terhindar  dari perilaku yang negatif. Alhamdulillaheka berhasil, bahkan ada yang di kirim ke luar negeri kelompok sekolah perjumpaan ini," terangnya.

Keberadaan sekolah perjumpaan ini lanjut dia, terbentuk dalam kelompok masyarakat yang sudah menyebar di sepuluh Kecamatan yang ada. Praktek pembelajarannya di tempat terbuka untuk berdiskusi terutama mengenai antisipasi dan bahaya dampak HIV/AIDS ini.

"Sekolah ini intinya merubah perilaku menjadi lebih baik," paparnya.

Dengan diaksesnya sekolah yang dimaksud kata H. Djunaidi, dirasa sangat berpengaruh kepada tatanan pola hidup menjadi lebih baik. Musalnya seperti di salah satu daerah Perampuan yang dulunya rawan. Tapi karena sekarang masyarakat dirangkul untuk aktif di sekolah perjumpaan,  terbukti jauh lebih baik dan masyarakat sangat santun dan perilaku dan karekter orangnya  sudah jauh lebih baik.

"Praktek dalam kelompok sekolah ini kan ke yang baik baik. Seperti di berlakukan jangan batal wudhu. Artinya laki dan perempuan tidak boleh bersentuhan dan bisa terjaga dari hal hal yang berakibat pada pencegahan HIV/AIDS," jelasnya.

Aksi pencegahan HIV/AIDS kata H. Djunaidi, pihaknya tidak hanya berhenti di sekolah perjumpaan saja, akan tetapi, sosialisasi ini juga diberlakukan di setiap puskesmas yang akan  memberikan himbauan dan sosialisasi melalui inspektur setiap kegiatan upacara bendera, pihak puskesmas yang akan memberikan himbauan dan sosialisasi tentang bahaya HIV/AIDS ini.

"Itu sudah diarahkan sama Bupati untuk memberikan pengetahuan tentang kesehatan. Ini kan kita tindak lanjuti dengan mengundang semua pihak puskesmas agar bisa diterapkan," tuturnya.

Termasuk membentengi keluarga dengan bekerjasama PKK. Di setiap posyandu akan diberikan materi tentang HIV AIDS dan Narkoba. Banyak cara untuk menekan terjadinya hal hal yang menyebabkan HIV/AIDS ini, pungkasnya.(IkhW@N)
Download
Cegah Tekanan HIV/AIDS, KPA Terapkan Sekolah Perjumpaan

0 Response to "Cegah Tekanan HIV/AIDS, KPA Terapkan Sekolah Perjumpaan"

Posting Komentar