Winengan: Geret dan Penjarakan Aplikator Pencuri Uang Rakyat





Lombok Barat (Insidelobar.com) - Realisasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rekons) rumah pasca gempa akan segera berakhir. Bahkan pemerintah sudah mengeluarkan deadline (batas waktu), hingga 31 Desember 2019 mendatang. Dalam batas deadline waktu yang masih tersisa tiga bulan berjalan tersebut, diprediksi Rekonstruksi mendapat tantangan baru lantaran kelangkaan semen.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Lombok Barat, H. Lalu Winengan mengemukakan, sejauh ini pelaksanaan Rekonstruksi menunjukkan progres yang membaik, hingga dalam deadline waktu yang ditentukan, insya Allah dipastikan  rampung hingga selesai.

Mengenai pelaksanaan ini lanjut Winengan, diakuinya terdapat salah seorang aplikator yang sudah menghilang. Aplikator yang sudah diketahui identitasnya tersebut, kini telah menghilang setelah membawa sejumlah uang tanpa mempertanggungjawabkan pekerjaannya.

“Biar transparan, orang ini bernama Hendra, bahkan baru saja ada laporan yang masuk, seorang Pokmas dari Desa Tanak Beak yang menyimpan rekening dengan saldo ratusan juta rupiah,” tegas Winengan.

Para pokmas yang jumlahnya 65 orang ini, tegas pengurus PBNW NTB ini,  meminta supaya dicek kebenaran laporan ini. Menurutnya, siapapun dia, oknum apapun dia, kalau memang benar-benar terbukti salah, harus segera ditindak.

“Sebelum saya laporkan ke pihak berwajib, mohon dicek dulu kebenaran di lapangan laporan ini, jika terbukti terpaksa kita jemput,” janji Winengan yang disambut aplaus meriah seluruh hadirin yang didominasi para fasilitator, aplikator dan pokmas ini.

Komandan Sektor Reonstruksi Kolonel CZI Efrijon Kroll menyebutkan, sejak awal pelaksanaan rekons memang sudah ada kendala. Selain kendala langkanya semen dan tenaga kerja, kendala yang paling disayangkan adalah adanya fasilitator dan aplikator yang nakal.

“Memang ada fasilitator dan aplikator ini yang meghambat jalannya pekerjaan rekosn,” papar Dandim 1606 Lombok Barat ini.

Kata dia, ada seorang fasilitator yang menghilang setelah menerima pencairan dana, sementara pekerjaan yang dibebankan belum total selesai. Dengan tegas Efrijon akan mencari oknum ini sampai kapan dan dimanapun juga. Hal tersebut ditegaskan saat memberikan arahan pada gelaran pengarahan percepatan Rekons pasca gempa di Gedung Taman Budaya - Narmada, Senin (23/9/2019).

Menurut Efrijon, para aplikator dan fasilitator ini sudah memenuhi syarat yang diberikan pihak Dinas Perkim. Selain itu, mereka sudah mendapakan rekomendasi dari pihak BPBD Lombok Barat serta menandatngani pakta integritas.

“Kalau kita memilih aplikator yang bonafid dan bertangung jawab, ya pekerjaan akan selesai dan tidak ada masalah,” ujarnya.

Sementara kelangkaan semen, menurut Efrijon akan menggelar operasi pasar. Namun sebagai langkan awal, pihaknya akan melakukan survey lapangan terkait kelangkaan, harga dan siapa oknum yang bermain.

Terkait aplikator nakal yang kabur dan menghilangkan diri, akan ada tindakan lebih lanjut dari pihak kepolisian. Dan itu sudah menjadi daftar pencarian orang (DPO) dari Polres Lombok Barat. Ini masih dalam penyelidikan dan pasti menjadi buronan. Karena setiap orang yang melanggar hukum pasti menjadi buronan. Demikian pula dengan aplikator nakal masih menjadi penyelidikan. Meka harus bertanggungjawab dan mengembalikan uang yang bukan haknya.

“Ini kita yang mediasi, kalau mereka bertangung jawab berarti masalahnya selesai, tapi kalau tidak ya kita proses,” tegas Efrijon kepada wartawan usai pertemuan. (IkhW@N)
Download
Winengan: Geret dan Penjarakan Aplikator Pencuri Uang Rakyat

0 Response to "Winengan: Geret dan Penjarakan Aplikator Pencuri Uang Rakyat"

Posting Komentar