Setahun Zul-Rohmi, Pengurus PWNU NTB Ungkap Keberhasilan Pemprov

Tokoh PWNU NTB H. Lalu Winengan

Lombok Barat (Insidelobar.com) -  Satu tahun capaian kepemimpinan Pasangan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) dalam menakhodai NTB, munculkan banyak persepsi yang berbeda di kalangan publik. Jika ada beberapa perspektif yang menjatuhkan kredibilitas gubernur dan wakil Gubernur NTB mengenai capaiannya yang rendah, itu adalah pandangan yang keliru. Padahal torehan kinerja pemrov yang sudah banyak membangun NTB di berbagai segi untuk semua Kabupaten dan kota, menjadi bukti fisik atas keberhasilan pemimpin kita.

Demikian disampaikan Pengurus PWNU NTB H. Lalu Winengan saat ditemui sejumlah awak media di ruang kerjanya 20/09 Jum,at pagi.

Keberhasilan NTB tegas Winengan, salah satunya mendapat penghargaan kategori terbaik Nasional terkait prestasi TPID. TPID terbaik Kabupaten berprestasi di  Kabupaten Lombok Barat misalnya, menjadi salah satu bukti bahwa NTB mampu menekan inflasi daerah.

"Kan bangga kita dengan keberhasilan ini, apa lagi sampai dapat penghargaan terbaik Nasional," ujarnya.

Menurut tokoh Nahdlatul Ulama Provinsi NTB, H L Winengan, satu tahun kepemimpinan Zul-Rohmi sudah bagus dan sudah membawa provinsi NTB " On The Track.

Banyak faktor yang menjadi penilaian Winengan sehingga menyimpulkan satu tahun Zul-Rohmi sudah bagus, modal untuk program kerja yang sudah dilakukan oleh pasangan Zul-Rohmi sudah tepat, karena selama ini Gubernur dan wakilnya rajin turun bertemu dengan masyarakat dan melaksanakan program yang sudah disiapkan.

"Gubernur dan wakil sangat rajin turun kemasyarakat mendengarkan aspirasi masyarakat NTB," tegasnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Kalau sekarang ada sekolompok orang yang menyebut satu tahun Zul-Rohmi gagal dalam menjalankan roda pemerintahan. Winengan yang juga ketua Dewan Sasak Muda Bersatu (Desak Datu)  mengatakan, bahwa Zul-Rohmi dilantik pada tahun 2018 lalu setelah APBD tahun 2019 ditetapkan oleh DPRD Provinsi NTB.
Kemudian setelah itu dipermasalahkan masalah APBD perubahan tahun 2019,  posisinya saat ini, APBD Perubahan juga belum selesai baru selesai proses di Kemendagri.

"Kasihlah orang bekerja dulu, baru disalahkan," tegasnya.

Seharusnya dari kalangan DPRD Provinsi NTB yang memberikan ketrikkan tersebut.  Merekalah yang harus dikeritik,  sebagai wakil rakyat masak mereka menerima tunjangan perumahan DPRD Provinsi NTB sampai Rp 17 perbulan, ini kalau diarahkan untuk pembangunan rumah layak huni, ini bisa untuk membangun 1.500 rumah layak huni di Provinsi NTB. 65 orang anggota DPRD Lobar jika gabungkan semua uang tunjangan untuk perumahan jumlahnya bisa mencapai
Rp 13 miliar lebih. Kalau ini dimanfaatkan untuk membangun rumah layak huni, maka ini bisa mengentaskan angka kemiskinan di provinsi NTB.
Begitu juga terhadap pelaksanaan diskusi yang dilakukan oleh salah atau kelompok itu seharusnya diundang dari pihak pemerintah, jangan hanya mengundang dari segelintir orang hanya untuk kepentingan kelompoknya saja.

"Jangan yang diundang hanya mereka yang kecewa, harusnya diundang juga dari pihak pemerintah dalam diskusi itu," cetus dia.

Sejatinya ada diundang dari perwakilan pemerintah, biar beritanya dan informasinya seimbang,  selama orang banyak menyalahkan pemerintah, namun masyarakat tidak banyak yang tahu bagaimana kemudian kinerja dari DPRD Provinsi sebagai wakil rakyat." Kita harus malu, jangan selalu menyalahkan orang," tegasnya.

Apa yang mau dipungkiri lagi, munafik namanya jika tidak mengakui keberhasilan NTB. Sebab kabupaten di Lombok Tengah misalnya, banyak yang sudah nampak. Kemudian kita di Lombok Barat juga tidak ketinggalan, Baru kemarin Bendungan Meninting sudah di Grounbreaking. Cobalah cerdas melihat, NTB secara umum, sudah berprestasi. (IkhW@N)
Download
Setahun Zul-Rohmi, Pengurus PWNU NTB Ungkap Keberhasilan Pemprov

0 Response to "Setahun Zul-Rohmi, Pengurus PWNU NTB Ungkap Keberhasilan Pemprov"

Posting Komentar