Pemprov NTB, Prospek Adopsi Kualitas Garam Sekotong Untuk Kabupaten dan Kota




Lombok Barat (Insidelobar.com) - Program penerapan penerapan sistem geoisolator dan integrasi lahan petani garam Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Barat, kini tengah menuai panen perdana dengan hasil yang lebih meningkat.
Jika tahun lalu para petani hanya menghasilkan 5 ton untuk satu petak, kini dengan satu petak dapat menghasilkan 7 ton garam berkualitas.

Panen raya garam perdana ini juga dihadiri Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, Wakil Bupati Hj. Sumiatun, jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, kelompok koperasi, dan masyarakat setempat.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi NTB Lalu Hamdi menyebutkan, melihat hasil panen petani garam sekarang, sangat menghasilkan garam yang dihasilkan dan memiliki kualitas yang sangat baik. Kedepan prospek pengembangan garam, pihaknya akan berupaya agar petani garam di NTB, dapat menghasilkan garam berkualitas tinggi untuk kebutuhan industri dan produk-produk konsumsi seperti di Lombok Barat.

“Garam yang dihasilkan oleh petani garam di Sekotong ini sudah bisa digunakan untuk garam farmasi, hal ini dikarenakan kandungan yang dihasilkan sangat berkualitas. Dan melihat integrasi lahan garam di Kecamatan Sekotong ini, Lombok Barat akan akan kita jadikan adopsi sebagai percontohan bagi kabupaten/kota lain,” akunya.

Di beberapa industri yang ada lanjut  Lalu Hamdi, garam menjadi alat penting nomor dua. Namun garam menjadi utama bagi industri tertentu. Misalnya industri farmasi, sabun bahan dasarnya NaOH. Jadi dalam unsur utama penyusun garam menjadi kebutuhan industri yang sehari-hari digunakan, yaitu Na untuk pembuatan NaOH dan Cl untuk bahan pembuatan clorin (kaporit) untuk pembasmi hama pada air PDAM, jelasnya.

Mahyudin menjelaskan penerapan sistem geoisolator tahun ini dirasa sangat bermanfaat. Ia mengakui, dengan sistem ini, garam tidak ada yang terbuang karena semua dapat diambil bersih. Selain kualitasnya terjamin, kadarnya juga bagus untuk industri.

“Kalau sekali panen ini kita dapat sekitar 100 ton yang lima petak. Ukuran satu petak itu panjangnya 33 meter dan lebarnya 3,3 meter. Sekarang ini lebih besar panennya. Kita targetkan yang 47 petak ini 7.700 ton. Insya Allah untuk panen keduanya bisa mencapai 1.000 ton,” terangnya usai acara Panen Raya Garam di Desa Cendi Manik, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, Rabu (4/9).

Saat ini, 30 orang anggota yang dibagi menjadi dua kelompok yakni Bertong Bangkit dan Bertong Baru. Untuk penghasilan perbulan saat ini sangat menjanjikan. Hasil ini bisa mencapai 3 juta peranggota. Dibandingkan sebelum menggunakan pola Geoisolator, jauh lebih menghasilkan dengan sekarang.

"Petani garam dulu sangat pahit karena melihat hasilnya yang kecil. Alhamdulillah sekarang jadi manis dan bisa meraup hingga ribuan ton," kesannya. (IkhW@N)
Download
Pemprov NTB, Prospek Adopsi Kualitas Garam Sekotong Untuk Kabupaten dan Kota

0 Response to "Pemprov NTB, Prospek Adopsi Kualitas Garam Sekotong Untuk Kabupaten dan Kota"

Posting Komentar