Pembangunan Rehab SDN 1 Kuripan Utara, Proses KBM Bedah Pagi dan Sore

Kepala SDN 1 Kuripan Utara Lombok Barat Acip Ahmad SPd

Lombok Barat (Insidelobar.com) - Guna mensukseskan program Pendidikan yang berkualitas, pemerintah Lombok Barat secara berkelanjutan selalu berusaha menyuguhkan prioritas sarana dan prasarana salahsatunya rehabilitasi berat dan ringan. Hal tersebut upaya Pemda daoat menjamin keamanan dan kenyamanan dalam  kegiatan belajar mengajar seperti pembangunan rehabilitasi di SDN 1 Kuripan Utara, enam unit atap ruangan kelas diperuntukkan alokasi DAK untuk pembangunan rehab.

Kepala SDN 1 Kuripan Utara Acip Ahmad SPd menjelaskan, merujuk pada data dapodik, sekolahnya mendapatkan bantuan alokasi DAK untuk rehabilitasi atap sekolah 6 unit. Pembangunan ini, pihak sekolah diberikan tenggat waktu selama empat bulan yang di swakelola dengan nilai anggaran 420 juta.

Sesuai komitmen, pihak sekolah akan melaksanakan pengerjaanya sesuai dengan juklak dan juknis yang telah di tetapkan pemerintah,  sehingga dari segi fisik bangunan maupun penggunaan anggarannya,  dapat terserap dan benar benar bermanfaat dengan sebaik baiknya.

"Kami bersyukur atas bantuan pembangunan ini, sehingga pada proses pembelajaran nanti, bisa lebih aman dan nyaman terutama menyangkut kualitas pendidikan," ujarnya.

Rehab ini lanjut Acip, peruntukannya lebih ke atap ruangan kelas. Akan tapi meski enam yang tertuang didalam RAB, tetapi pelaksanaannya kita akan tambah satu untuk pengembangan dengan merehab ringan ruang UKS, dikarenakan merujuk pada pemetaan gambarnya juga ada tambahan satu sesuai dengan gambar.

"Nanti kita usahakan, agar anggaran yang hanya untuk rehab 6 atap ruangan, bisa menyesuaikan dengan tambahan 1 ruang UKS. Karena itu masuk dalam gambar soalnya," ungkapnya.

Anggaran DAK ini masuk di rekening sekitar tanggal 25 Juli. Namun karena masalah RAB yang belum ditandatangani, sehingga pihak sekolah tidak bisa memulai bekerja sebelum ada tanda tangan RAB itu. Apapun itu, pihaknya harus bekerja sesuai RAB mengingat semua data harga barang, ongkos tukang dan lainnya  terdata semua di RAB itu.

"Pekerjaan ini baru bisa dimulai awal Agustus setelah sudah ada RAB, dengan memberdayakan tenaga kerja disekitarnya," terang dia.

Sebelumnya, pihak sekolah melakukan rapat kepanitiaan di sekolah yang melibatkan Komite dan masyarakat di sekitar sekolah. Selain itu mendatangkan 3 orang tukang dengan melakukan penawaran harga.

"Kami rapat dulu. Bahkan sebelum menentukan siapa tukang yang akan bekerja, dilakukan penyesuaian dengan mencari harga terendah yang bisa disepakati," ujarnya.

Mengenai kegiatan belajar mengajar kata Acip, pihaknya mengklaim tidak menghambat apapun. Hal ini urainya, sekolah  membedah waktu untuk masuk pagi dan sore. Proses belajarnya tetap jalan seperti biasa. Namun, tetap berharap, agar proses rehabilitasi ini lebih cepat terselesaikan agar anak anak bisa serentak masuk pagi semuanya.

"Sementara ini, proses rehabilitasi dimulai dari 3 jelas dulu, supaya bisa menyesuaikan KBM tetap berjalan dan tidak terhalangi," tandasnya. (IkhW@N)
Download
Pembangunan Rehab SDN 1 Kuripan Utara, Proses KBM Bedah Pagi dan Sore

0 Response to "Pembangunan Rehab SDN 1 Kuripan Utara, Proses KBM Bedah Pagi dan Sore"

Posting Komentar