Kapolres Pimpin Operasi Penertiban, Ratusan Tong dan Gelondong Emas Disegel


Sejumlah Alat Glonggongan Disegel dan Dipasang Police Line Di Kawasan Sekotong




Lombok Barat (Insidelobar.com) -
Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Pertambangan Emas Tanpa Izin (Peti) Lombok Barat, galakan operasi penertiban  tong dan gelondong pengolahan emas di wilayah Sekotong.
Ratusan pasukan yang diterjunkan dalam operasi tersebut, menyasar di Desa Sekotong Tengah dan Taman Baru. Alhasil, ratusan tong dan gelondong langsung ditertibkan dan disegel dengan dipasangkan police line.

Tim dipimpin langsung oleh Kapolres Lobar  AKBP Heri Wahyudi, didampingi Wakapolres Kompol Lalu Salehudin, SH dan Kabag Ops Polres Lobar Kompol I Nyoman Adi Kurniawan, SH. Giat yang dimaksud, menghentikan para pengelola alat pengolahan emas agar tidak beraktivitas. Selain itu, tim juga sembari memberikan  himbauan dan sosialisasi disemua titik kepada masyarakat setempat.

Kapolres AKBP Hery Wahyudi  mengatakan, untuk beraksi dalam giat penertiban ini, pihaknya  menerjunkan 150 pasukan. Operasi ini juga melibatkan unsur Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Provinsi.

"Tim yang turun sekitar pukul 10.00 ini dibagi menjadi dua, ada yang ke Desa Sekotong Tengah dan satu tim lagi ke Desa Taman Baru. Sebelum turun memasang garis polisi, Kapolres bersama tim sempat berdiskusi dengan pemilik tong dan gelondong," ungkapnya.

Di Desa Sekotong Tengah lanjut Hery, tim menyasar lima pemilik tong dan gelondongan. Diantaranya, pemilik Zaenudin warga dusun sekotong 2 ditertibkan sebanyak 40 unit gelondong dan satu unit mesin genset. Selanjutnya, Zaenudin di dusun Lendang Re sebanyak dua unit tong dan satu mesin genset ditertibkan. Warga lain bernama Awaludin di Dusun yang sama, polisi menertibkan lima unit tong dan enam unit Gelondong. Pemilik atas nama Marzuki memiliki  dua unit tong dan Zaenal  tiga unit tong dan satu mesin genset ikut ditertibkan. Terakhir, di Dusun setempat warga atas nama Lalu Suherman juga ditertibkan empat unit tong dan satu unit mesin genset oleh aparat. Rata-rata para pemilik tong dan gelondongan ini vakum alias tidak beroperasi lagi sejak 2-3 bulan lalu.

Sedangkan di Desa Taman Baru ditertibkan lima pemilik tong dan gelondongan. Diantaranya warga atas nama, H. Ujah di Dusun Eyat Pace memiliki enam unit tong dan delapan unit gelondong yang ditertibkan. Pemilik atas Abdul Muhid di dusun Eyat Pace ditertibkan lima unit tong, gelondong 16 unit, tujuh kompresor dan empt genset. Warga atas nama H. Sam, pengelola SUL di dusun setempat ditertbkan empat unit tong, enam gelondong, empat unit kompresor. Ahmad Sabirin dari Dusun Batu Putih, ditertibkan empat unit tong, enam unit gelondong, tiga unit kompresor  dan Genset dua unit. Terakhir, H. Haerudin di dusun Batu Putih, disegel tiga unit tong, enam gelondong, empat kompresor dan Genset, jelas dia.

Dikatakannya, langkah ini menjafi upaya persuasive yang dilakukan tim Satgas untuk mengingatkan para penambang agar tidak lagi melakukan pengolahan batu emas.

“Ada ratusan gelondong dan tong yang ditertibkan, kami segel (pasang garis polisi atau police line),”jelas dia.

Bagi pengelola yang nekat beroperasi dan membuka segel kata dia, pihaknya akan tindak tegas dan diproses hukum. Sekaligus juga tim ini turun merazia bahan berbahaya mercury dan sianida.  Alhasil, tim tidak menemukan bahan mercury di para pengolah batu emas.
Bahkan kata dia, hasil dialognya dengan para pemilik tong dan gelondongan bahwa mereka tidak pernah beraktivitas hampir selama enam.

“Informasinya karena mereka kesulitan mendapatkan bahan itu (mercury red) sehingga vakum selama hampir enam bulan terakhir ini,” ujar dia.

Lebih jauh kata Hery, bahan berbahaya ini sulit diperoleh karena Polda juga meningkatkan razia. Disamping itu tim ini juga mengecek pencemaran bahan kimia di wilayah setempat.

“Karena tim DLH ikut mengambil sampel air disana,” terangnya.

Tim tidak saja melakukan penertiban namun dilakukan imbauan dan sosialisasi oleh Satuan Binmas Polres Lobar. Tim Satbinmas menghimbau agar warga menghentikan segala bentuk aktivitas pengolahan emas baik menggunakan tong dan gelondong karena bebatuan yang diolah adalah hasil dari kegiatan tambang ilegal.

"Selain itu, tim dari DLH juga mengambil sample air pada lokasi terkait penggunaan zat kimia pada pengolahan emas tersebut. Untuk memantau tong dan gelondongan yang sudah disegel ini, pihaknya akan tetap melakukan monitoring," jelasnya.

Ia menambahkan, dengan langkah penertiban tong dan gelondongan dibawah, diyakini akan mengurangi akitivitas penambangan liar di atas bukit. Menurutnya, disini tidak bisa penertiban saja namun harus ada solusi dari pemda untuk mencarikan mata pencaharian bagi warga. Seperti dilakuan Pemprov yang juga ikut turun ke wilayah setempat. Mmereka ingin mencari data apa yang dibutuhkan msyarakat.

“Pekerjaan apa yang cocok  bagi mereka,” pungkas Hery. (IkhW@N)

Download
Kapolres Pimpin Operasi Penertiban, Ratusan Tong dan Gelondong Emas Disegel

0 Response to "Kapolres Pimpin Operasi Penertiban, Ratusan Tong dan Gelondong Emas Disegel"

Posting Komentar