Tunjang lajunya Sektor Pariwisata dan Ekonomi Masyarakat, Infrastruktur Jalan Poros Gili Gede Mulai Di Buka



Lombok Barat (Insidelobar.com) - Pembukaan jalan poros Gili Gede Kecamatan Sekotong, mulai terlaksana. Pembukaan  jalan tersebut, lebih kurang sepanjang 5 hingga 6 kilo yang melibatkan Dinas PU-PR Lombok Barat, anggota Dewan Komisi ll H. Abubakar Abdullah dan pihak desa serta masyarakat setempat.

Anggota Komisi ll Abubakar Abdullah menjelaskan, dengan dilakukannya infrastruktur jalan di Gili Gede ini menjadi salah satu pendukung meningkatnya kunjungan wisatawan. Karena harapannya bukan berbicara sehari dua hari, sebab kita berbicara soal masa depan khususnya Lombok Barat.

Lombok Barat ini perlu menggenjot lebih besar lagi tentang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan begitu, kita butuh investasi dengan menawarkan ruang yang nyaman dijalankan sebuah investasi ini.

"Dengan adanya investasi, masyarakat bisa tersedia kamar peluang kerja. Masyarakat bekerja pasti ada pendapatan. Pendapatan itu akan berkonsentrasi pada peningkatan PAD juga dari semua sektor yang ada.

Kita paham secara tata ruang, Gili Gede ini merupakan kawasan pariwisata. Karena pariwisata ini berkaitan dengan tiga hal yang menyangkut Atraksi, akcesibility dan amenity (Triple A) yaitu kenyamanan yang mendasar. Sekarang ketika kita mau investasi tentu membutuhkan akses. Demikian dibukanya akses jalan poros ini sangat strategis untuk kemudian bisa menjadi magnet kunjungan wisatawan di Gili Gede.

"Kami berharap bahwa pembangunan kawasan  pariwisata Lombok Barat bagian Selatan, kita mulai dari pulau ini," ujarnya.

Kita sudah komunikasi dengan Pemerintah dalam hal ini pihak eksekutif mengenai Perbup tentang bagaimana tata ruang untuk pulau Gili Gede, tinggal bagaimana untuk dijalankan nantinya. Untuk itu, sangat diharapkan kesungguhan dan komitmen semua stakeholder yang ada di Gili Gede dan wilayah sekitarnya bisa saling bersinergi, bahu membahu, dukung mendukung karena ini tidak berjalan kalau hanya dengan sendiri saja.

"Kita butuh kerja kolektif, bahwa apapun nanti, ketika misalnya Gili Gede ini bisa menjadi pilot projects kan bisa menjadi replikasi daerah yang lain," jelasnya.

Melihat potensi kedepan kata Abubakar, pariwisata itu menjadi hal yang menjanjikan khususnya di Gili Gede. Gambaran potensi PAD dapat terlihat jika kita memiliki 1000 kamar dengan harga 2 juta, ini artinya untuk penginapannya saja permalam, bisa menggenjot angka 2M. Dengan begitu, 2M dikali 10 persen sudah menghasilkan PAD 200 juta yang diperoleh daerah.

"Angka PAD 200 juta tersebut sudah sangat fantastis. Belum ditambah PAD dari Restoran, Hiburan dan diving dan lainnya. Artinya tinggal bagaimana  keseriusan kita untuk menata daerah ini, sehingga bisa mendatangkan berkah dan manfaat bagi semua," imbuhnya.

Sekotong dan Lembar ini menjadi luar biasa, karena potensi yang dimiliki mulai dari puncak bukit hingga dasar lautan, kalau bisa dikelola dengan baik, itu akan mendatangkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat yang hidup di seluruh area Sekotong.

Selanjutnya lanjut dia, mengenai pengadaan air bersih akan dikomunikasi dan dikoordinasikan dengan pihak BUMD dalam hal ini PDAM, kira kira apa nanti strategi untuk menjawab air bersih khususunya di Gili Gede ini. Selain itu pihaknya akan membuka ruang investasi juga untuk mengembangkan usaha di bidang air bersih seperti di Trawangan, pungkas Abubakar.

Sementara, Kepala Desa Gili Gede Indah Musdan menjelaskan, sebagian  besar lahan yang mengenai sasaran akses jalan ini, dimiliki oleh para investor. Untu itu, hari ini (red Rabu 21/08)  pengerjaan jalan poros yang dimaksud, tengah dibuka . Untuk lahan yang nantinya akan dilewati, memang sampai saat ini belum maksimal dilakukan karena lahan yang ada di Gili Gede ini memang banyak dimiliki oleh orang luar.

"Sekarang sebagai langkah awal, sebab proses dan pengembangannya nanti akan berkelanjutan hingga pada perhatian tahun ke 2020 mendatang. Semoga lancar dan tidak ada kendala apapun," ujarnya.

Rencananya lebar jalan yang akan dibangun sepanjang 6 meter lengkap dengan derainase dengan panjang sekitar 5 sampai 6 kilometer. Informasi dari dinas PUTR yang diterima hanya untuk pembukaan jalan saja, tidak langsung kepada pengerasan.

"Harapannya, para investor dapat mendukung keberlangsungan infrastruktur jalan ini untuk ikut terlibat demi keberlangsungan niat baik bersama, untuk mewujudkan lajunya destinasi Gili Gede seta menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat kita," tutupnya. (IkhW@N)
Download
Tunjang lajunya Sektor Pariwisata dan Ekonomi Masyarakat, Infrastruktur Jalan Poros Gili Gede Mulai Di Buka

0 Response to "Tunjang lajunya Sektor Pariwisata dan Ekonomi Masyarakat, Infrastruktur Jalan Poros Gili Gede Mulai Di Buka "

Posting Komentar