Politisi PPP Dapil Sekotong - Lembar, Dorong Peningkatan Pariwisata Dengan Konsep Triple A

Anggota DPRD Lombok Barat H. Abdul Majid Politisi PPP Dapil Sekotong

Lombok Barat (Insidelobar.com) - Tampil sederhana, pemikiran cerdas dan apa  adanya, tidak membuatnya merasa tinggi dan berbeda dari sebelumnya. Meski telah resmi dilantik sebagai anggota DPRD, wakil rakyat asal Sekotong ini tetap dan harus rendah diri serta mengajak siapapun untuk lebih berdekatan dan menjaga tali silaturahmi demi menjaga hubungan persaudaraan dengan sesama.

Hal pertama yang ingin  disampaikannya yaitu terima kasih dan rasa sukur yang tidak terhingga kepada Allah SWT dan pada seluruh para pejuang yang telah menghadirkan dirinya  ditempat Lembaga Dewan Terhormat ini. Karena tanpa semuanya, dirinya tidak akan berada di tempat ini. Momentum pelantikan Rabu 14 Agustus baginya adalah yang teristimewa dan hari itu adalah sebuah sejarah baru untuk lebih bisa berjuang, mengabdi dan peduli bagi masyarakat dengan skala yang lebih luas, bahkan bisa  bersama dengan 19 orang incumben dan 26 orang wajah baru di DPRD Lombok Barat.

"Seperti inilah yang diungkapkan seorang anggota DPRD Lobar  asal Sekotong H. Abdul Majid," yang masih aktif sebagai penggiat dan pemerhati pariwisata saat diwawancara ini Jumat 16/8.

Terkait dengan Visi Misi kata H. Majid,  bahwa Visi dan Misinya mengerucut pada tupoksi daripada Legislator itu sendiri yaitu membuat undang undang kemudian kontrol pengawasan serta budgeting.

"Visi Misi kami tentu tidak akan keluar dari ranah itu menuju Lombok Barat yang berkemajuan dalam semua bidang, dengan sinergitas yang kemudian terkoordinasi dengan baik antara Legislatif dan eksekutif," tegasnya.

Dikatakannya, secara khusus dirinya mempunyai keinginan bagaimana mendongkrak majunya pariwisata Kecamatan Sekotong dan Lembar. Karena Sekotong Lembar ini adalah Kecamatan potensial diantara 10 Kecamatan di Lombok Barat, Sekotong memiliki 9 Desa dan Lembar memiliki 10 Desa. Dua Kecamatan ini mempunyai peluang untuk kemudian menjadi masa depan daripada Kabupaten Lombok Barat.

"Hal ini menjadi atensi kita semua untuk kemudian Sekotong Lembar ini bagaimana kita gerakkan secara bersama-sama," ajaknya.

Lembar menjadi gerbang Dunia karena Pelabuhan adanya disana,
Kemudian Sekotong, potensi sumber daya alam dan SDM yang sudah lebih baik, tentu akan membuat kita cepat membenahi dua kecamatan ini. Hanya saja,  bagaimana dalam konteks Pariwisata, tentu butuh Budgeting lebih untuk  mendongkrak SKPD yang memang menggawangi bidang itu, sehingga dapat menjawab cita cita untuk memajukan pariwisata yang ada di Sekotong dan Lembar.

"Apalagi Lembar memiliki Pelabuhan Internasional yang kapan saja bisa disinggahi kapal cruise atau kapal pesiar Internasional. Ditambah dengan Sekotong yang akan segera memiliki ikon, yaitu Gili Gede Indah dengan green design yang luar biasa. Serta destinasi-destinasi wisata lain di dua kecamatan ini," jelasnya.

Diakauinya, upaya upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah untuk memajukan Sekotong Lembar terus dilakukan. Dan kenyataanya, keadaan sudah jauh lebih baik sebelumnya, terlihat dari tingkat kunjungan yang jauh lebih meningkat.

Menurutnya, hal terpenting dalam membenahi Pariwisata adalah bagaimana meningkatkan Triple A (Accessibility, Attraction, Amenities)

Yang dimaksud 3A atau yang lebih dikenal dengan triple A adalah, pertama  accessibility yaitu “akses” masuk ke Destinasi Wisata Sekotong Lembar dengan cepat dan mudah. Selanjutnya attraction yaitu “daya tarik” dari Sekotong Lembar yang dapat dijual dan terakhir  amenities yang berarti ”fasilitas” yang dapat dimanfaatkan oleh wisatawan domestik maupun mancanegara di Sekotong dan Lembar.

"Tidak hanya menghidupkan atraksi yang bersifat alam akan tapi bagaimana menghidupkan atraksi budaya yang ada. Tidak ada salahnya kita  mengamati meniru dan memodifikasi yang ada di Bali kilasnya.

Pemerintah dalam hal ini harus sinergi dan terkoordinasi dengan baik secara massive lintas stake holder.

"Pariwisata Sekotong Lembar ini sejatinya butuh ditingkatkan lagi untuk pembenahan yang lebih baik dan maksimal. Artinya disisi 3-A yang harus dibenahi, juga yang tak kalah pentingnya adalah Sapta Pesona yang merupakan Kitab Suci Pariwisata" papar  hoby potografer ini.

Dan hal pertama yang dibahas dalam Sapta Pesona itu adalah keamanan yang menjadi sentral utama daripada pengembangan pariwisata itu sendiri. Dalam hal ini, semua pihak baik legislatif maupun eksekutif harus bekerjasama," pungkasnya. (IkhW@N)
Download
Politisi PPP Dapil Sekotong - Lembar, Dorong Peningkatan Pariwisata Dengan Konsep Triple A

0 Response to "Politisi PPP Dapil Sekotong - Lembar, Dorong Peningkatan Pariwisata Dengan Konsep Triple A"

Posting Komentar