Angkat Budaya Lokal, Warga Dusun Peseng Modifikasi Perayaan HUT RI


Keren, Perayaan HUT RI Warga Dusun Peseng, Arak Arakan Dua Pengantin Laki Laki Paruh Baya Yang Dimodifikasi Diarak Keliling Seputaran Kampung Lazimnya Pada Budaya Sasak Saat Nyongkolan 

Konvoi, Masing Masing Warga Yang Menghias Diri Merayakan Kemeriahan HUT RI Ke 74 Dari Mulai Keliling Kampung Hingga Sepanjang Jalan, Sontak Mendapat Perhatian Setiap Mata Melirik Pada Ragam Keunikan dan Semangat Dusun Peseng... 

Lombok Barat (Insidelobar.com) -Ada yang berbeda dengan Perayaan HUT RI yang ini, unik dan menarik, pasalnya, antusias dan apresiasi warga di Dusun Peseng Desa Taman Ayu ini, seluruh rangkaiannya dimodifikasi dan pesan moralnya mengangkat budaya dan kearifan lokal.

Libat dan apresiasi kemeriahan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) oleh warga Dusun Pesong, nampak dari yang kecil, dewasa hingga yang tua, menjadi bukti begitu besar rasa Nasionalisme dan  kecintaan mereka terhadap NKRI.  Sebagai bentuk rasa nasionalme dan kecintaan terhadap NKRI, dengan mengangkat tradisi, budaya lokal hingga permainan tradisional setempat.

Untuk kali pertama kemeriahan ini, di gagas dan dimotori oleh para pemuda setempat. Terhitung sejak tanggal 12 Agustus sampai puncak perayaan HUT tanggal 17 Agustus, warga menggelar lomba Permainan tradisional sasak, Pawai Budaya Nyongkolan Hingga kegiatan apel bendera diikuti ribuan warga setempat.

Ketua Panitia Supiadi mengatakan, perayaan HUT RI ini terinspirasi dari para pemuda, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk memperlihatkan bahwa masyakarat mampu berbuat yang terbaik untuk masyakarat di dusun, Desa dan daerah dengan ikut memeriahkan perayaan HUT RI.

"Kami persiapkan Kegiatan ini dari seminggu yang lalu," jelas dia.

Pihaknya bersama warga Persiapan matang diawalnya dengan bersinergi dan bergotong royong bersama warga seperti  pengecatan lokasi, memasang bendera, umbul-umbul dan lain-lain. Termasuk latihan khusus bagi para petugas upacara bendera meski malam hari, akan tapi warga begitu semangat dan antusias .

"Alhamdulillah, berkat semangat, semua dapat terlaksana sesuai khajatan bersama," ujarnya.

Sementa untuk kegiatan memeriahkan HUT sendiri, pihaknya menggelar kegiatan lomba - lomba unik sejak sepekan lalu. Lomba yang diadakan seperti lari karung, makan kerupuk, lalu dilanjutkan tarik tambang dan pada puncak tanggal 17 Agustus diadakan lomba yang menonjolkan kearifan lokal  dengan mengadakan permainan tradisional "Ngeson Bakak" atau memikul bakul mengunakan kepala. Lomba Ngeson Bakal ini termotivasi melihat hilangnya kebiasaan masyarakat yang hampir tak ditemukan lagi di jaman sekarang. Ngeson Bakak sudah jarang dilakukan masyakarat terutama pemuda dan pemudi, ini yang menjadi kekhawatiran, artinya harus dijaga adat lokal semacam ini.

"Apalagi remaja - remaji sekarang ini kan jarang kita lihat "ngeson Bakal," jelasnya.

Untuk menumbuhkan lagi tradisi ini lanjut Supiadi, pihaknya mengadakan lomba dimana kaum laki dan perempuan memikul bakul tanpa memegang. Dalam lomba ini peserta harus melatih keseimbangan, mulai dari garis start sampai finish. Bagi pemenang lomba ini kata dia, diberikan bermacam hadiah yang telah disiapkan pihak panitia. Selain itu, Warga menggelar kegiatan pawai nyongkolan dengan merias pengantin. Pawai Nyongkolan ini diiringi gendang beleq, kemudian para pengabeh atau pengiring pengantin yang berasal dari Warga mulai dari anak-anak, dewasa hingga orang tua.

Jadi ada makna makna yang mendasar sebenarnya dalam kegiatan ini,  tak lain sebagai bentuk upaya menumbuhkan nasionalisme masyakarat. Sehingga dengan sendirinya, kesadaran  masyakarat akan pentingnya jiwa nasionalisme akan terpatri dari diri mereka, harap Supiadi.

Disamping kegiatan ini sebagai gebrakan pemuda setempat yang telah lama Fakum. Kegiatan ini juga diinisiasi untuk meningkatkan tali persaudaraan dan silaturahmi antar warga setempat.

"Makna yang paling penting dari kegiatan ini, adalah bagaimana keragaman yang dimiliki dusun kami bisa disatukan melalui kegiatan ini," jelas dia.

Kedepan pihaknya akan menggelar lagi Kegiatan ini dengan peserta yang lebih banyak lagi yang terlibat dengan mengundang unsur desa dan dusun lain. (IkhW@N)
Download
Angkat Budaya Lokal, Warga Dusun Peseng Modifikasi Perayaan HUT RI

0 Response to "Angkat Budaya Lokal, Warga Dusun Peseng Modifikasi Perayaan HUT RI"

Posting Komentar