Potret Buram Warga Dusun Tunggu Lawang, Digerus Kekeringan


Potret Warga Dusun Tunggu Lawang Desa Kuripan Timur Harus Rela Berjibaku Dengan Jarak Tempuh Yang Jauh Saat Mengambil Air Bersih


Lombok Barat (Insidelobar)-Digeret kekeringan, beginilah gambaran warga  dari tahun ke tahun menjadi langganan. Meski saban waktu menjadi masalah krusial, namun warga di Dusun Tunggu Lawang Desa Kuripan Timur ini tetap teguh menjalaninya sembari berharap dan menunggu bantuan sumur bor dari pemerintah daerah.

Seperti inilah kondisi warga di Tunggu Lawang. Selalu saja digeret masalah kekeringan seperti ini. Sebab dari tahun ke tahun menjadi langganan tetap. Tidak heran banyak warga mengambil air bersih dari kejauhan dari sumur galian milik warga lainnya yang debit airnya tetap tersedia.

"Mencari dan meminta setiap hari ke warga lain untuk keperluan sehari-hari. Susah memang kalau soal kebutuhan yang sangat vital ini," ungkap Acil, warga Tunggu Lawang saat ditemui bersama warga lainnya Kamis 25/07.

Menurutnya, problem krisis air bersih sekarang ini sejak dua bulan lebih. Semakin hari kondisi ini semakin menjadi, sebab kalau dilihat dari debit air yang ada sangat menyusut dan memprihatinkan.

"Bencana ini namanya, faktor alam yang tidak bersahabat menjadi penyebab. Bayangkan saja, sudah hampir tiga bulan, kami sangat menderita sekali," keluh dia.

Mengenai bantuan akunya, memang ada sesekali di distribusikan sama pemerintah daerah Lombok Barat (Lobar). Bantuan itu dirasa sangat membantu masyarakat kita yang ada.

"Kami tetap berterima kasih sama pemerintah. Sebesar dan sekecil apapun itu sudah meringankan kita disini," syukurnya.

Namun kata Acil, dirinya sangat berharap pemerintah lebih fokus terhadap soal Kris air ini. Jika boleh, agar dibantu dengan sumur bor saja. Sebab yang dia tahu lokasi di sekitar Tunggu Lawang, sangat diyakini potensi airnya, itu kalau di buatkan sumur bor. Dengan begitu, masyarakat tidak terlalu berat dan bisa meminimalisir kebutuhan air bersih.

"Kalau pemerintah mau bantu kami dengan sumur bor, kebutuhan air pasti bisa ditanggulangi, itu harapan kami," pintanya.

Sementara Inaq Ramdanah  mengemukakan, kita disini hanya bisa mengambil air ditempat lain. Untuk mengambil air dari tempat lain sangat fariatif jarak tempuhnya. Dan itu tidak sendirian, karena harus rela mengantri dengan teman teman lain.

"Kami disini sudah menjadi kebiasaan, kalau tidak ada, boleh minta ke orang lain seperti air ini. Jaraknya ada yang 300 meter, ada yang 500 meter dan bahkan sampai sekiloan. Kalau tidak mau antri berlama lama, boleh ke tempat yang lebih jauh lagi," jelasnya.

Mending kita ambil airnya di jalan rata, tapi harus berjibaku dengan jalan tanjakan, karena dusun disini sedikit lebih membukit dari pada dusun yang lainnya. Apalagi ini sudah lama dan bukan pada saat ini saja, keluhnya.

Sumiati pun menjelaskan, Dusun tunggu Lawang, Kuripan Selatan, dusun embung, tunggu Lawang, aik jambe sudah ada sumur bor. Tunggu lawang ini kekeringan tiap tahunnya. 

"Kami harus rela ambil air ke bawah, di sumur warga. Itupun nunggu antre, kadang ke timur," beber dia.

Hampir semua sumur warga kering. Apalagi di Dusun Batu Tinggang, sangat butuh sumur bor. Disana itu tidak ada bantuan droping air, dulu dalam seminggu satu kali, tapi dalam beberapa bulan terakhir, belum ada. Sehingga, Rt 1 500 jiwa lebih di RT 1, terdampak langganan kekeringan setiap tahunnya, tandasnya. (IkhW@N)












Download
Potret Buram Warga Dusun Tunggu Lawang, Digerus Kekeringan

0 Response to "Potret Buram Warga Dusun Tunggu Lawang, Digerus Kekeringan"

Posting Komentar