Menggiring Mindset OPD, Pemda Lobar Galakan Sekolah Perjumpaan

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid

Lombok Barat (Insidelobar.com) - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terus berupaya meningkatkan pelayanan publik, berbagai upaya telah dilakukan Pemda melalui OPD terkait.  Salah satunya dengan menggelar sekolah Perjumpaan untuk merubah kebiasaan dan mainset. Kiat ini akan menggiring  OPD dengan mengadakan pengajian setiap hari. Pengajian diisi dengan kultum siraman rohani,  membaca Al Qur'an dan mentadabbur arti yang terkandung dalam kitab suci.  Hal ini dilakukan untuk memberikan dampak positif terhadap pelayanan dan disiplin pegawai. 

Seperti yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Lobar. Dinas ini menjadi OPD yang memulai dan pilot project penerapan sekolah Perjumpaan di Pemda Lobar.

Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid menyebutkan, kegiatan sekolah Perjumpaan ini diterapkan pertama di Dukcapil. Sebab kiat kiat seperti ini dapat menjamin peningkatan pelayanan publik.

"kita ingin terapkan di semua OPD, untuk pertama sebagai pilot project dinas Dukcapil, dan alhamdulillah dampaknya sangat signifikan,," pinta Fauzan.

Fauzani menjelaskan program Sekolah Perjumpaan dimaksudkan untuk meningkatkan hubungan antar sesama staf pemerintahan sekaligus meningkatkan hubungan dengan masyarakat, sehingga menghasilkan pelayanan yang maksimal.

Sekolah Perjumpaan sendiri pada dasarnya adalah memperkuat titik temu relasi sosial. Tujuannya untuk membangun kebersamaan dengan tujuan akhir memajukan daerah dan membangun bangsa.

Selain Disdukcapil dan Dinas Pekerjaan Umum, saya ingin sekali sekolah perjumpaan ini diterapkan di dinas lain, terutama di keluarga besar dinas pendidikan dan dinas kesehatan. Karena dinas-dinas itu sangat menentukan dalam konteks pemberian pelayanan kepada masyarakat," katanya.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Lombok Barat, H Muridun, pihaknya mulai menerapkan sekolah Perjumpaan sejak bulan lalu. Hal ini didasari pihaknya dalam menerapkan sekolah Perjumpaan bagi para staf yang ada. Pun ini tak lepas dari komitmen dirinya meningkatkan pelayanan publik. Sebab pihaknya melayani 300-400 orang  dalam sehari yang membuat dokumen Kependudukan dengan berbagai watak.

"Bagiamana kami melayani masyakarat dengan cara baik supaya masyakarat puas.  Karena itulah kami mengadakan sekolah Perjumpaan untuk bagiamana staf memiliki sikap pelayanan yang baik," jelasnya.

Sekolah Perjumpaan ini diajarkan bagiamana terbiasa dengan cara baik baik ke pribadi,  keluarga, sesama staf dan masyakarat. Sehingga kata dia hubungan staf dengan masyakarat Baik.  Termasuk kata dia diajarkan bagiamana semua staf jujur. 

"Sekolah Perjumpaan ini pun dievakuasi setiap pekan, setiap hari jumat," terangnya.

Diharapkan melalui sekolah Perjumpaan ini miliki sasaran tembak, supaya dinas nya selaku pelayan publik dapat memberikan pelayanan secara maksimal dan baik.  Selain sekolah Perjumpaan, pihaknya membekali Jajarannya melalui pengajuan setiap hari, setiap siang hari. Pengajian ini berisikan pengajuan umum, mengaji alquran bersama. 

"Setiap hari kita mengaji bersama, ada juga tausiah," jelas dia. 

Dalam menerapkan sekolah Perjumpaan ini dilibatkan para tokoh, seperti beberapa profesor Husni Muaz, prof.  Taufiq, Dr. firdaus.  Dampak diterapkan kiat yang dilakukan pihaknya ini sendiri berdasarkan hasil evaluasi, ada perubahan yang signifikan. 

"Rasa kekeluargaan,  kebersamaan dan kelompokan itu semakin meningkat," tutupnya.  (IkhW@N)
Download
Menggiring Mindset OPD, Pemda Lobar Galakan Sekolah Perjumpaan

0 Response to "Menggiring Mindset OPD, Pemda Lobar Galakan Sekolah Perjumpaan"

Posting Komentar