Bebaskan Riba, Koperasi Rentenir Di Eliminir




Lombok Barat (Insidelobar.com)- terhimpun 502 koperasi yang ada di Lombok Barat, pihaknya telah melakukan evaluasi. Hasil tersebut, terdapat 352 koperasi yang tidak aktif lagi. Koperasi yang tidak jelas keberadaannya ini, diketahui adanya sejak dari dulu, bahkan tidak tahu dimana rimbanya.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lombok Barat Fajar Taufik seusai pelaksanan kegiatan Hari Ulang Tahun Koperasi ke 72 di halamannya Rabu 31/07.

"Keberadaannya tidak diketahui dimana. Kalau ingin membubarkan yang 350 ini, tentu tidak kan, karena jangan sampai nanti terjadi tuntutan balik," kesannya.

Yang menjadi gerakan program saat ini adalah program Kopi Darat (Koperasi Sadar RAT. Dari 150 koperasi aktif, hingga saat ini sudah 126 koperasi yang melakukan  RAT, itu artinya 85 persen yang kopi darat. Sisanya akan di tegakan untuk mengikuti acuan program kita.

"Kami punya teman teman penyuluh yang akan terus memantau, mudahan di tahun ini akan tercapai, sehingga 150 koperasi bisa RAT," jelasnya.

Setelah RAT semuanya selesai, nanti akan melakukan penyisiran terhadap koperasi yang 350 itu, mau kita apakan, herannya. Tentu saja nanti atas arahan Kementerian nantinya bagaimana dan seperti apa teknisnya, kata Fajar.

Tantangan koperasi terbaru secara umum saat ini lanjut dia, yaitu bagaimana teman teman koperasi mampu mengajak masyarakat sekitarnya, bukan hanya menjadi anggota saja. Kita harapkan bahwa koperasi ini mampu mensejahterakan masyarakat disekitar, sehingga membantu program pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan.

Nanti kan ada maendset yang bisa merubah tata kelola, karena  berdasarkan Kementerian yang diberikan untuk reformasi di bidang teknologi dan akan dicoba terjemahkan nantinya.

"Ada pelatihan dari kementerian untuk duduk bersama kami dari Dinas, dengan gerakan dan Forkopimda dalam rangka mengatur strategis," ujarnya.

Tapi yang jelas, target yang diberikan Bupati sesuai RPJMD tahun 2019 tahun 2022 untuk mengaktifkan koperasi. Karena dari 352 itu, berapa nanti yang bisa kita atifkan, itu dulu, ucapnya.

Ditanya terkait dengan adanya koperasi Rentenir atau Bank Subuh yang kerap gentayangan dengan memberikan bunga yang tinggi itu jawabnya, pihaknya akan mengupayakan daerah Lombok Barat ini menjadi daerah yang bebas riba. Itu menjadi tujuan kita dan berdayakan koperasi yang ada serta bersinegi dengan Bumdes sehingga bisa menyentuh.

"Sistem kerja nantinya, kami akan berintegrasi dengan Bumdes. Dengan begitu, Bank Subuh itu tidak ada lagi di Lombok Barat," kata dai.

Memang faktanya saat ini banyak berada dimana mana. Sebab masalahnya kita belum satu.

"Kami upayakan untuk berintegrasi dengan Bumdes sesuai penekan Bupati," sahutnya.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Bank yang ada agar dapat menjemput bola serta diminta untuk memudahkan persyaratan kepada pelaku UKM.

"UKM inikan tidak memahami mekanisme, sehingga mereka kesulitan untuk mencari pinjaman. Makanya saya minta pihak Bank agar jemput bola, dampingi kami punya pelaku UKM ini," harapnya.

Kalau sinergi kita berjalan, kemudian sentra dengan UKM dan koperasi dengan pihak Bank, maka insya Allah bank Bank Subuh itu akan tereliminasi, pungkasnya. (IkhW@N)
Download
Bebaskan Riba, Koperasi Rentenir Di Eliminir

0 Response to "Bebaskan Riba, Koperasi Rentenir Di Eliminir "

Posting Komentar